Pertumbuhan ATM

Di Indonesia ATM masih menjadi pilihan utama para nasabah untuk bertransaksi, walaupun pertumbuhan mesin ATM tidak berjalan begitu baik. Jumlah ATM per 1000 km2 mencapai angka 12,39, sedangkan jumlah ATM per 100 ribu populasi dewasa hanya mencapai angka 13,37 di Indonesia. Jumlah tersebut masih kalah jauh dibanding negara Thailand. Jumlah ATM per 1000 km2 mencapai angka 80,68 dan jumlah ATM per 100 ribu populasi dewasa mencapai 77,69 di negara Gajah Putih tersebut.

(sumber : sharingvision.com)
(sumber : sharingvision.com)

Amerika Serikat, salah satu negara maju pun mengalami hal yang serupa. Pada 2009 tercatat sebayak 408.000 mesin ATM yang ada di seluruh AS. Sekitar 50.000 mesin hanya digunakan kurang dari 100 transaksi per bulan dan 2/3 total mesain ATM dimiliki non bank. Penyebab bisnis yang mulai stagnan tersebut adalah, nasabah memilih menggunakan ATM milik bank yang lebih murah, user lebih suka menggunakan layanan cashless dan kartu debet saat transaksi, bank menderita kerugian sekitar Rp 2,5 juta per bulan di tiap-tiap ATM dan Operator ATM harus menanggung kenaikan biaya upgrade yang cukup besar seperti format enkripsi serta memberikan fasilitas voice bagi user tunanetra.

Menurut Network Alliance dalam ATM Futur Trend Report 2012, dalam 5 tahun kedepan, teknologi mobile akan mempengaruhi industri ATM secara global. Maka dari itu, para pebisnis harus memberikan fitur canggih dan efisien serta mengurangi dampak kejahatan pada mesin ATM.

Sebagai contoh, fitur Talking ATM untuk tunanetra telah menjadi sebuah keharusan bagi mesin ATM yang ada di AS dan Indonesia (Standard Chartered). Fitur Biometric Indentification juga telah digunakan olah Bank Suruga Jepang (Palm Vein), NCR dan Diebold (Iris Scan), serta Citibank India dan Bradesco Brazil (Fingerprint) demi ngurangi kejahatan yang sering menyerang User dan mesin ATM.(**)

Shopping cart0
There are no products in the cart!
Continue shopping
0