[Ringkasan] Mengulas Dinamika Terbaru dalam Dunia Aplikasi ICT: Dominasi Superapps dan Munculnya Internet of Place (Bagian I)

artikel ini hanyalah ringkasan dari artikel yang sebenarnya.
Artikel asli ditulis oleh: Dr. Ir. Dimitri Mahayana, M. Eng, CISA, ATD
Dosen STEI ITB & Founder Lembaga Riset Telematika Sharing Vision Indonesia

Era digital telah membawa kita ke titik di mana aplikasi seluler bukan hanya alat yang memudahkan kehidupan kita, tetapi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rutinitas harian. Sejak kemunculan smartphone di Indonesia pada 2008, aplikasi telah menjadi pusat aktivitas kita sehari-hari, mulai dari bangun tidur hingga akan tidur malam.

Menurut riset dari Gartner, penduduk dunia kini telah terpaku pada apa yang disebut dengan superapps – aplikasi multi-fungsi yang dirancang khusus untuk perangkat mobile. Superapps ini menawarkan solusi all-in-one, memenuhi berbagai kebutuhan pengguna dalam satu platform. Saat ini, ada sekitar 15 superapps populer di seluruh dunia, yang telah diunduh lebih dari 4,6 miliar kali dengan jumlah pengguna aktif mencapai kisaran 2,68 miliar per bulan.

Dengan penetrasi smartphone yang semakin luas dan tuntutan masyarakat akan proses yang disederhanakan, keberadaan superapps menjadi semakin relevan. Pengguna tidak lagi perlu mengunduh banyak aplikasi untuk menjalankan fungsi yang berbeda-beda, cukup dengan satu superapp, berbagai kebutuhan dapat dipenuhi.

Contoh nyata dari fenomena ini adalah dua superapps terpopuler di dunia, yakni WeChat dan Grab. WeChat, yang berasal dari China, awalnya hanya merupakan aplikasi pesan instan. Namun, saat ini telah merambah ke berbagai layanan lain seperti belanja online, pemesanan makanan, perjalanan, dan lainnya. Sementara itu, Grab, sebuah superapp asal Malaysia, awalnya hanya digunakan untuk pemesanan transportasi online. Kini, layanannya telah meluas hingga ke reservasi hotel, pembelian tiket bioskop, dan bahkan pinjaman komersial.

Perkembangan ini bukanlah hal yang terlepas dari evolusi internet itu sendiri. Internet pada awal kemunculannya digunakan sebagai sarana mencari data (Internet of Data). Kemudian berkembang menjadi platform yang menghubungkan orang-orang (Internet of People), hingga akhirnya menjadi alat yang menghubungkan manusia dan mesin (Internet of Things).

Namun, memasuki dekade 2020-an, terutama dipicu oleh pandemi Covid-19, lahir konsep baru yang disebut Internet of Place. Internet of Place menghubungkan orang, ruang, dan objek dalam ranah digital dengan kepemilikan virtual. Sebagai contoh konkret, Microsoft dan Meta berkolaborasi dengan Accenture dalam pengembangan Enterprise Metaverse.

Kolaborasi ini memungkinkan integrasi perangkat produktivitas Microsoft ke dalam Meta Quest Device dan Meta Work Experiences. Ini termasuk pengalaman immersive meeting menggunakan Meta Quest dan Microsoft Teams, serta integrasi Microsoft Intune & Azure Active Directory support for Quest. Dengan kerjasama ini, perusahaan dapat mengadopsi teknologi Meta yang terintegrasi dengan Microsoft.

Perkembangan teknologi digital dan internet terus berjalan pesat. Dengan demikian, kita perlu terus mengikuti perkembangan ini untuk memastikan bahwa kita tidak tertinggal. Bagaimana trend teknologi ini akan berkembang dan apa dampaknya bagi kita semua? Baca secara lengkap di link berikut ini: https://tekno.kompas.com/read/2023/11/07/09545397/bagaimana-perkembangan-mutakhir-aplikasi-ict-bagian-i?page=1#google_vignette

Shopping cart0
There are no products in the cart!
Continue shopping
0