Awasi Dampak Teknologi Pada Anak, P2TP2A Kampanyekan Gerakan Internet Sehat

Sepanjang tahun 2015, sebanyak 55 kasus kekerasan seksual anak terjadi di Jawa Barat. Sebelumnya selama 5 tahun terakhir di 27 kota/kabupaten di Jawa Barat, trafficking mendominasi tetapi kini kekerasan seksual anak menjadi yang tertinggi.

“Banyak faktor menjadi penyebab meningkatnya kekerasan seksual anak, salah satunya adalah kecepatan informasi, penggunaan internet tanpa pengawasan sehingga anak menjadi terjerumus akibat melihat situs-situs dewasa,” ungkap Ketua‎ Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jabar, Netty Heriawan saat mengampanyekan gerakan Internet Sehat, untuk Anak Sehat helatan Car Free Day Dago, Bandung, Minggu (26/7).

Dikatakannya, kampanye ini sangat penting mengingat banyak tindak kenakalan, bahkan kriminal generasi muda Indonesia mutakhir, termasuk maraknya PSK anak dipacu oleh paparan konten internet yang negatif.

Netty menambahkan, sejumah riset teknologi informasi nasional dan global, juga menunjukkan, di luar banyak manfaatnya, terdapat efek destruktif dunia maya kepada generasi muda.

“Apalagi kini internet dapat diakses melalui gadget atau handphone sehingga lebih mudah,” paparnya.

Acara yang digelar dengan aksi jalan kaki mulai perempatan Cikapayang hingga Hotel Geulis di kawasan Jalan Ir. H. Djuanda ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jabar yang akrab dipanggil Aher ini mengatakan  dalam survey lembaga riset telematika Sharing Vision, Bandung, akhir tahun lalu, ternyata 64% responden yang mayoritas anak muda ini,  mengaku pernah mengakses konten pornografi.

(sumber foto : rmoljabar.com)
(sumber foto : rmoljabar.com)

Selain itu, sambung Aher, survei Sharing Vision juga menunjukkan bahwa 49% pengguna tidak tahu bahwa game online memiliki batasan umur, sehingga 55% dari mereka tetap memainkan meski usianya belum cukup.

Dalam standar global, rating permainan digital antara lain EC (Early Childhood) atau dapat dimainkan anak berusia 3 tahun ke atas karena tidak ada materi yang kurang pantas. KemudiaE (Everyone, bisa dimainkan anak berusia 6 tahun ke atas sebab muatannya mengandung kekerasan minimal). Kemudian E10 + (Everyone 10+: bisa dimainkan anak berusia 10 tahun ke atas, bermuatan lebih banyak kartun, kekerasan atau fantasi halus, bahasa halus, tema tak senonoh minimal.

“Pada moment hari anak yang jatuh tanggal 23 Juli,mari kita lindungi hak-hak anak dengan mengawasi anak-anak demi kemajuan mereka. Bila ada yang mencurigakan seperti tindakan kekerasan seksual anak, laporkan segera pada P2TP2A,” tandasnya.

Artikel ini juga dapat dilihat pada situs rmoljabar.com .