Capres Belum Sentuh Isu Keamanan Siber

Topics : Straight News

Persoalan keamanan siber dinilai masih diabaikan oleh para calon presiden yang bertarung pada Pemilu 2014.

Chairman Sharing Vision, lembaga riset telematika, Dimitri Mahayana mengatakan dalam beberapa kali debat capres dan pemberitaan yang ada pihaknya belum mendengar konsep yang jelas untuk membangun pertahanan dunia siber di Tanah Air.

Padahal, menurutnya, situasi keamanan siber (cybersecurity) di Indonesia sudah luar biasa parah. “Saya memberikan nilai 2 dari skala 100 untuk sektor ini,” ujarnya kepada Bisnis, (3/7/2014).

Pakar telematika dari Institut Teknologi Bandung ini mengatakan aktivitas masyarakat saat ini sudah bergeser ke arah digital.

Namun, pemerintah dinilai belum memiliki kebijakan untuk melindungi warga negara dari serangan siber. Dimitri memberikan rapor merah kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika yang dianggap gagal membangun sistem ini.

Dimitri melanjutkan negara-negara maju seperti Jepang dan China sudah menyadari pentingnya sektor keamanan siber. Di Jepang, aparat keamanan setempat bisa langsung menangkap pengguna yang mengakses konten ilegal.

Sementara itu, China bahkan sudah membangun teknologi keamanan yang disebut Great Firewall China. Tak kurang dari 30.000 orang dilibatkan dalam proyek ini. “Bahkan di Amerika Serikat, kemanan siber langsung dipimpin oleh Presiden Barrack Obama,” katanya.(**)

Sumber