Justifikasi / Feasibility dalam Framework Pengadaan Teknologi Informasi

Topics : An Insight, IT Procurement

Pada artikel sebelumnya, kita telah mengetahui tahapan-tahapan dalam framework pengadaaan teknologi informasi. Tahap pertama adalah Justifikasi atau Feasibility yang didalamnya terdapat studi kelayakan serta penyusunan persyarata bisnis.

Dalam studi kelayakan terdapat 6 aspek yang harus diperhatikan agar menjadi dasar pengadaaan TI, berikut aspek penting dalam studi kelayakan.

1. Dasar Pengadaan

Pengadaan TI tentunya atas dasar kebutuhan, selain itu didalamnya juga terdapat aspek dasar yang harus dimiliki oleh perusahaan. Seperti pada gambar dibawah ini:

(sumber : sharingvision.com)

(sumber : sharingvision.com)

2. Implikasi Pengadaan

Pada aspek implikasi pengadaan kesiapan dan sistem eksisting harus dianalisis dan dinilai, baik infrastruktur maupun sumber daya manusia yang menangani infrastruktur pengadaan tersebut.

3. Konsiderasi atau Manfaat pengadaan

Pengadaan harus memiliki manfaat yang nyata pada perusahaan, bukan untuk sekarang, tapi juga masa yang akan datang. Tim pengadaan harus dapat mendeskripsikan, membandingkan manfaat terhadap biaya yang akan dikeluarkan seta menganalisis kesiapan organisasi.

4. Analisis Resiko Pengadaan

Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipadi kegagalan dalam perusahaan.

(sumber : sharingvision.com)

(sumber : sharingvision.com)

5. Kesimpulan

Seletah melewati keempat aspek studi kelayakan, maka perusahaan harus mengabil keputusan atau kesimpulan apakah layak pengadaan ini dilakukan.

Jika perusahaan memutuskan untuk melajutkan pengadaan TI, maka persyaratan bisnis dan teknis harus diperhatikan. Persyaratan teknis dan bisnis telah mencakup kebutuhan perusahaan untuk beberapa tahun kedepan yang selaras dengan RSTI dan Rencana Bisnis. Diperlukan juga Roadmap dalam RSTI agar spesifikasi pengembangan TI jangka panjang sesuai dengan apa yang tercantum pada RSTI.

Didalamnya,  persyaratan ini juga harus memiliki standar TI supaya seluruh spesifikasi selalu sesuai dengan standar yang berlaku. Hal ini diperlukan untuk mengamankan kepentingan teknik dan administratif. Perusahaan juga hrus memperhatikan permintaan/kebutuhan khusus dan dilengkapi dengan dokumen pendukungnya.

(sumber : sharingvision.com)

(sumber : sharingvision.com)

Business Requirement Definition merupakan dasar kebutuhan bisnis terhadap sistem, antara lain:

  • Prediksi pertumbuhan customer
  • Prediksi pertumbuhan bisnis*
  • Prediksi pertumbuhan pengguna sistem*
  • Manfaat bisnis yang dibutuhkan dari sistem*
  • Kebutuhan fungsional bisnis dari sistem yang akan dikembangkan.

*masing-masing untuk setiap fungsi aplikasi/fitur dari sistem(**)