Menantikan “Killer Application”

Topics : An Insight

Pelanggan mesin alias M2M  (machine to machine) adalah potensi bisnis yang memiliki peluang luarbiasa besar. Seperti yang dikemukakan oleh Dimitri Mahayana selaku Chairman Sharing Vision, jumlah pelanggan M2M saat ini melampaui 100 pelanggan dan akan berkembang dengan cepat melewati 1 juta pelanggan lebih jika ditemukan killer application-nya.

“Hanya saja operator masih terlena dengan bisnis tradisional, seperti layanan voice dan SMS. Padahal bisnis M2M itu tidak berbasis pulsa, tapi berbasis nilai. Kalau layanan itu bagus, user berani bayar berapa saja,” ucap Dimitri.

Jumlah pelanggan M2M diyakini akan terus meningkat dalam beberapa tahun kedepan, karena mesin-mesin yang bisa disisipi SIM card ini jumlahnay banyak sekali, seperti televisi, radio, motor, mobil, kulkas dan yang lainnya.

Disinaiah dibutuhkan keberanian operator untuk tidak menjalankan bisnis seperti biasanya. Tantangan utama bagi pelaku bisnis operator adalah paradigma bisnis yang harus diubah.

“Porsi operator di bisnis M2M memang kecil, paling besar di bisnis integrator. Namun nilai bisnis M2M ini besar sekali, pada tahun 2013 bisa mencapai Rp 1 triliun,” Dimitri melanjutkan.

Pertanyaan muncul, seperti apakah killer application yang dibutuhkan agar membuat bisnis M2M booming?

“Kata kuncinya adalah security,” ungkap Dimitri.

Karena keamanan adalah faktor dasar yang dibutuhkan oleah setiap orang. Misalnya, pelaku bisnis operator menggelar layanan surveillance mobile.

“Jadi cukup lewat ponselnya, pengguna sudah bisa mengakses CCTV yang dipasang di rumah. Ini terlihat sepele, tapi bisa membuat tenang penggunanya,” pungkasnya. (An Intermezzo)