Sharing Vision IT Business Outlook 2026: Ketika ‘Online’ dan ‘Hidup’ Menjadi Satu Hal yang Sama

Bandung, 9 Juli 2026

Setiap tahun, Sharing Vision memotret bagaimana masyarakat Indonesia benar-benar hidup di dunia digital, bukan dari asumsi, melainkan dari suara ribuan responden nyata. Edisi IT Business Outlook 2026, yang disusun dari survei Desember 2025 terhadap 2.442 responden, menangkap satu perubahan mendasar, yaitu batas antara dunia online dan kehidupan sehari-hari yang nyaris hilang.

Pertanyaannya bukan lagi apakah masyarakat sudah digital, melainkan seberapa dalam ketergantungannya, dan siapa yang paling siap atau justru paling rentan menghadapinya.

Berikut peta besar temuannya. Angka pasti, grafik penuh, rincian per generasi, tren lima tahun, dan implikasinya kami sajikan utuh di laporan lengkap yang bisa Anda unduh gratis di akhir artikel ini.

Hidup di layar, dan mulai sulit lepas

Sepertiga responden kini menghabiskan lebih dari 8 jam sehari di internet, dan tiga dari empat menilai intensitas aktivitas online mereka tinggi. Namun yang paling menohok bukan durasinya, melainkan polanya. Mengacu pada kerangka Internet Addiction Test, laporan ini memperkirakan lebih dari 5 juta jiwa lintas Generasi X, Y, dan Z sudah masuk kategori kecanduan tingkat berat.

Potretnya pun sangat berbeda antargenerasi. Jika mayoritas Gen X masih tergolong normal, hanya sebagian kecil Gen Z yang benar-benar bebas dari indikasi kecanduan. Angka pastinya cukup mengejutkan, dan menjadi salah satu bagian yang paling banyak dibicarakan dari laporan ini.

AI: dari tren menjadi kebiasaan

Lebih dari 80% responden telah mengenal AI. ChatGPT memimpin telak sebagai aplikasi yang paling dikenal dan dipakai, disusul Gemini dan Deepseek. Pemakaiannya khas, yaitu singkat namun hampir setiap hari, terutama untuk belajar dan menopang pekerjaan.

Masyarakat pun tidak menelan mentah-mentah. Hampir seluruh pengguna tetap memverifikasi jawaban AI, dan lebih dari separuh pernah menemukan informasi yang terdengar meyakinkan tetapi keliru. Di sisi lain, gejala ketergantungan mulai terlihat, dan mayoritas besar responden menuntut adanya regulasi. AI, dengan kata lain, sudah menjadi bagian hidup, lengkap dengan janji sekaligus kecemasannya.

Uang berpindah ke QR, dan tunai tergeser

Indonesia bergerak cepat menuju less-cash society. Hampir seluruh responden pernah membayar menggunakan QR Code, dan QRIS kini menjadi metode pembayaran yang paling sering dipakai, jauh mengungguli uang tunai dan kartu debit. Kode QR hadir mulai dari minimarket dan kafe hingga pedagang kaki lima.

QRIS 79% metode pembayaran utama, jauh di atas tunai dan kartu debit

QRIS mendominasi pembayaran dengan porsi 79%, jauh melampaui uang tunai dan kartu debit. Pergeserannya dari tahun ke tahun dan metode lain di baliknya diulas lengkap di laporan. Halaman 37, Sharing Vision IT Business Outlook 2026 (n = 2.417).

Di sisi perbankan, mobile banking merajai dan dipakai sangat intens. Namun kenyamanan ini datang bersama risiko. Keluhan sistem down tetap menjadi masalah utama, mayoritas pengguna bank digital pernah mengalami error, dan insiden rekening yang dibobol menunjukkan tren meningkat.

Belanja online menang, tapi toko fisik belum mati

Konsumen tidak memilih kanal secara mutlak. Produk praktis seperti pulsa dan tiket transportasi hampir seluruhnya dibeli online. Namun untuk barang bernilai tinggi dan berisiko seperti laptop hingga kebutuhan sehari-hari, konsumen justru lebih memilih membeli langsung di toko fisik. Dominasi digital tidak menghapus peran strategis kanal offline, melainkan mengubah perannya.   

Preferensi kanal online vs offline per kategori produk

Konsumen memilih kanal sesuai jenis produk: yang praktis dibeli online, yang bernilai tinggi tetap offline. Peta lengkapnya untuk empat belas kategori produk tersedia di laporan. Halaman 41, Sharing Vision IT Business Outlook 2026 (n = 2.442).

Sisi gelap: penipuan yang makin canggih

Di balik kemajuan, ancaman ikut tumbuh. Akun media sosial menjadi target pembobolan yang paling banyak dialami, dan modus penipuan lewat WhatsApp atau SMS, mulai dari pola salah kirim pesan yang berujung permintaan OTP hingga pesan mengatasnamakan bank, memakan korban dalam jumlah signifikan. Yang perlu dicermati, kerugian bergeser ke nominal kecil bervolume tinggi, sinyal bahwa penipuan kini berskala massal dan sulit terdeteksi.

38% korban penipuan mengalami kerugian: waktu, data pribadi, dan uang

Sebanyak 38% korban penipuan mengalami kerugian, mulai dari waktu dan data pribadi hingga uang. Besaran kerugian dan trennya dari tahun ke tahun diuraikan di laporan. Halaman 57, Sharing Vision IT Business Outlook 2026 (n = 2.048).

Dapatkan laporan lengkapnya

IT Business Outlook 2026 disusun oleh Sharing Vision, lembaga riset dan konsultasi teknologi informasi yang telah dipercaya lebih dari 20 tahun oleh BUMN, perusahaan swasta nasional dan multinasional, serta instansi pemerintah. Di dalam laporan lengkapnya, Anda akan menemukan:

  • Angka pasti dan grafik penuh untuk setiap temuan di atas
  • Breakdown per generasi (Gen X, Y, Z) untuk kecanduan internet dan adopsi AI
  • Tren lima tahun yang memperlihatkan bagaimana perilaku ini bergerak sejak 2021
  • Peringkat lengkap platform, dari aplikasi AI, e-money, dan bank digital hingga fintech lending dan PayLater
  • Peta alasan dan kekhawatiran di balik keputusan pengguna
  • Implikasi praktis bagi perbankan, fintech, ritel, pemasar, dan regulator

Sharing Vision juga menyediakan layanan konsultasi, training, dan sertifikasi di bidang AI, keamanan siber, dan tata kelola data.

Sumber data: Sharing Vision IT Business Outlook, n = 2.442, survei Desember 2025.


Informasi Perusahaan:
PT Sharing Vision Indonesia
Jl. Anggrek No.47, Cihapit, Bandung, Jawa Barat 40114

Shopping cart0
There are no products in the cart!
Continue shopping
0