Gap Analysis PP ITE dan Dampak Isu Redominasi Rupiah Terhadap Layanan e-Channel


Bisnis e-Channel, seperti layanan internet banking memang sangat menjanjikan. Namun ada beberapa gap yang dapat menimbulkan masalah jika tidak memeperhatikan PP ITE 82/2012, diantaranya, Kewajiban memiliki Sertifikat Kalyakan Siatem Elektronik bagi Sistem Elektronik untuk layanan publik yang terkandung pada pasal 30, Kewajiban menggunakan Sertifikat Keandalan dan/atau Sertifikat Elektronik bagi Transaksi Elektronik yang menggunakan Sistem Elektronik untuk kepentingan pelayanan publik yang terkandung pada pasal 41, dan BCM serta DRC yang harus dimiliki oleh perusahaan yang terkandung pada pasal 17.

Isu redominasi rupiah terhadap layanann e-Channel  pun dapat menimbulkan dampak yang cukup signifikan pada Data, Aplikasi dan Integrasi & Transisi.

 

(sumber : sharingvision.com)

(sumber : sharingvision.com)

 

Selain itu, dalam menghadapi redominasi rupiah, perusahaan juga harus memperhatikan sektor:

  • Requirements (Memperhatikan aturan terkait redenominasi untuk seluruh area bisnis)
  • Inventorizing (Mendata seluruh aplikasi serta data nominal mata uang, mencakup layar, laporan, fungsi dan struktur data. Apakah sistem dibuat secra inhouse atau dengan pihak ketiga.)
  • Design (Desain soulusi alternatif, baik terkait data, aplikasi dan aspek lainya. Estimasi waktu dan resource.)
  • Contruction (Memprioritaskan sistem yang critikal. Indentifikasi rute critical terkait integrasi antar aplikasi)
  • Test & Certification (Tahap ini adalah tahap yang sangat penting dan harus diuji, baik untuk masa transisi dan setelah cut-off)
  • Production (Deployment ke production dan lakukan proses konversi data pada waktunya)

Terakhir, siapkan pula back-up dan alternate plan-nya.(**)

See all related posts (15)

Produk Terkait