Business Impact Analysis (BIA)

Topics : Business Continuity Management

Business Impact Analysis (BIA) adalah suatu proses menentukan dan mendokumentasikan dampak bisnis dari gangguan terhadap kegiatan yang mengdukung produk dan layanan utama. Dampak bisnisnya dapat berupa revenue dan non revenue (stakehlder/custopmer, regulasi/legal dn reputasi). BIA akan menghasilkan daftar krisis aplikasi pada IT, krisis pada fasilitas, krisis proses bisnis pada customer service dan business support.

Metode dalam membangun Business Impact Analysis adalah mendaftarkan seluruh sistem/aplikasi atau fasilitas atau aktivitas, lalu menentukan impact level, dan terakhir menentukan sitem aplikasi atau aktivitas kritis.

(sumber : sharingvision.com)

(sumber : sharingvision.com)

Melalui diskusi lintas unit, maka akan diperoleh pertimbangan yang lebih rasional. BIA yang baik mampu memproriritaskan sitem/aplikasi atau fasilitas atau aktivitas. Jadi hanya sistem/aplikasi atau fasilitas atau aktivitas yang benar-benar signifikan bagi bisnis perusahaan yang masuk ketegori kritikal.

Ada beberapa permasalahan yang biasanya sering terjadi di lapangan ketika melaksanakan BIA, seperti; semua divisi bisnis merasa aplikasinya penting dan sulitnya memilih cara mengukur dan menghitung dampak bisnisyang objektif dan akurat.

Maka dari itu, BIA harus ditinjeu setidaknya sekali dalam setahun atau lebih sering jika terjadi perubahan bisnis yang besar, perubahan signifikan pada linkungan bisnis eksternal seperti pasar dan regulasi. Namun tidak seluruh proses BIA perlu diulang saat revisi, hanya aktifitas yang terpengaruh oleh perubahan organisasi yang perlu ditinjau secara menyeluruh.(**)

See all related posts (15)

Produk Terkait