BISNIS BROADBAND: Smartphone bisa dongkrak 100% pelanggan


BANDUNG: Pelanggan Internet cepat (broadband) Tanah Air diprediksi akan mencapai lebih dari 20 juta pada tahun ini atau naik lebih dari 100% seiring dengan tingginya penetrasi ponsel pintar di pasar telekomunikasi.

Dimitri Mahayana, Chief Sharing Vision—lembaga riset telematika, mengungkapkan bisnis broadband ini akan menjadi potensi bisnis yang sangat menggiurkan bagi pegiatnya.

Menurut dia, pada tahun lalu pengguna broadband diduga masih kurang dari 10 juta orang dan pada tahun ini bisa tumbuh  lebih dari dua kali lipat melampaui 20 juta pelanggan.

Bahkan, lanjutnya, jumlah pengguna layanan tersebut berpotensi mencapai angka angka maksimal hingga 30 juta pengguna atau melonjak hingga 200% lebih.

“Saya optimistis pertumbuhan layanan broadband bisa lebih dari 20 juta,” tuturnya hari ini (07/02).

Dia menegaskan pesatnya lonjakan pengguna broadband tersebut terjadi seiring dengan pertumbuhan pengguna Internet di Tanah Air yang begitu cepat.

Bahkan, ujarnya, pada tahun ini pengguna Internet diprediksi akan menembus 125 juta orang atau mencapai setengah populasi Indonesia.

Dimitri mengungkapkan jumlah pengguna Internet di dalam negeri berada pada kisaran 50 juta—100 juta orang hingga akhir tahun lalu.

“Kami memprediksi ke depan access point dan hot spot akan semakin banyak di sejumlah titik strategis. Bisnis broadband akan terus berkembang pesat. Pasarnya sangat terbuka. Semua operator diprediksi berlomba-lomba menggarap pasar ini,” katanya.

Selain itu, tegas dia, pertumbuhan pengguna Facebook dan jejaring sosial lainnya akan menjadi faktor pendukung booming-nya layanan broadband sepanjang 2012.

Dia memprediksi, jumlah pengguna jejaring sosial di Indonesia tahun ini akan melampaui 50 juta. Adapun 41 juta dari angka tersebut merupakan pengguna Facebook. “Pada tahun ini, Facebook masih tetap
menjadi tren di masyarakat,” tuturnya.

Dia mengemukakan karakteristik pengguna jejaring sosial diprediksi akan berpindah haluan dari sebatas hiburan menjadi sarana bisnis atau e-commerce.

“Tren penggunaan social network mulai merambah pada e-commerce, dengan maraknya penjualan online melalui Facebook,” tuturnya.

Dia mengemukakan faktor pendorong lain penggunaan layanan broadband adalah keberadaan Google yang sudah menjadi mainstream.

Menurut dia, pengguna Internet di Indonesia akan semakin bergantung pada mesin pencari tersebut. Apalagi, Google menyediakan 100.000 domain gratis bagi usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia.

Dia menambahkan faktor yang mendukung gencarnya penetrasi layanan broadband tahun ini adalah home edutainment yang mulai mengarah pada koneksi broadband serta pesatnya pertumbuhan budaya sharing knowledge di Tanah Air.

“Sejumlah faktor tersebut akan sangat berperan dalam memacu pertumbuhan broadband sepanjang 2012,” tuturnya.

Sharing Vision, ujar dia, meminta operator telekomunikasi untuk fokus menggarap bisnis ini seiring dengan potensi bisnis yang sangat menggiurkan tersebut.

Hal itu disebabkan, ujar dia, layanan suara dan pesan sudah tidak bisa diunggulkan untuk memperoleh pendapatan sebanyak-banyaknya.

Jika tidak ingin ditinggalkan pelanggan, tegas Dimitri, operator hendaknya fokus menambah belanja modal untuk memperbaiki dan menambah infrastruktur broadband.

Sri Bimo Aryanto, Manager Service Management Telkomsel Regional Jawa Barat, menuturkan pihaknya akan memperkuat layanan broadband hingga 14 Mbps di 12 kabupaten/kota di provinsi tersebut pada tahun ini sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada pelanggan.

Menurut dia, Telkomsel menambah delapan kabupaten/kota broadband baru pada 2012 ini, yakni Garut, Banjar, Ciamis, Kuningan, Cianjur, Majalengka, Indramayu, dan Subang.

Pada tahun lalu, Telkomsel hanya menjadikan empat kabupaten/kota sebagai broadband city, yakni Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, dan Cimahi.

“Kami akan menambah delapan kabupaten/kota baru sebagai broadband city pada tahun ini sehingga kami akan memiliki 12 broadband city,” ujarnya.

Dia menjelaskan ke-12 kabupaten/kota tersebut dinilai memiliki pertumbuhan pelanggan data yang signifikan setiap tahun sehingga membutuhkan penguatan jaringan.

Meskipun hanya 12 kabupaten/kota yang dijadikan broadband city, ujar dia, sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat lainnya dinilai masih bisa melayani pelanggannya dengan kecepatan yang standar, yakni 3,6 Mbps—7,2 Mbps.

“Kami berharap peningkatan kualitas jaringan ini bisa berkontribusi terhadap pelayanan dan peningkatan jumlah pelanggan data,” ujarnya.(K30/Bsi)

Produk Terkait