Virus Sekarang Diam-diam Merampok Data

Topics : Articles, etc

Jakarta – Tren serangan virus sekarang bergeser jadi lebih kalem. Kalau dulunya virus identik dengan pengrusakan data, maka virus saat ini lebih memilih pasif. Tapi jangan terkecoh, karena ini justru lebih berbahaya.

Pasalnya, misi yang dijalankan virus yang beroperasi pasif lebih merugikan dibanding yang merusak. Menurut Budi Sulistyo, Spesialis IT Security Sharing Vision, virus sekarang memilih hanya menyamar sambil berdiam diri dalam sistem. Sehingga antivirus sulit mengenalinya lantaran minim aktivitas.

Tapi dalam diamnya itu misi yang dijalankan sangat penting sekaligus merugikan bagi yang terinfeksi. Sebab dalam diamnya, virus tersebut sebenarnya sedang menambang data yang lalu-lalang dalam sebuah komputer ataupun jaringan.

Tak tanggung-tanggung, bisa sampai 6 bulan hingga bahkan satu tahun virus hanya berdiam diri saja sambil menambang data. Bila data yang dibutuhkan telah berhasil dikumpulkan, barulah si penyebar menjalankan aksinya.

“Sekarang virus lebih silent. Bisa cuma diam saja selama 6 bulan sampai setahun sambil mencuri data-data kita,” jelas Budi, di dalam acara talkshow yang digelar lembaga riset Sharing Vision di hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Kamis (8/9/2016).

Data yang dicuri virus tersebut bisa macam-macam, tapi yang utama biasanya adalah data transaksi finansial. Selanjutnya data ini akan dimanfaatkan penyebar virus untuk menguras dana korban. Bahkan di level yang lebih tinggi, pelaku bisa memanfaatkan data yang didapatnya untuk melakukan pemerasan korporasi.

Budi Sulistyo, Spesialis IT Security Sharing Vision.

Virus semacam ini cuma salah satu dari banyak jenis virus yang beredar di dunia. Budi menambahkan, semakin ke sini evolusi serangan virus semakin cepat saja. Karena ketika seorang hacker membuat tool dan kemudian disebar, tool tersebut akan berevolusi cepat di tangan hacker lain yang menyempurnakannya. Kemudian disebar lagi dan seterusnya. Jadi jangan kaget kalau makin banyak ragam virus dengan berbagai karakteristik.

“Tapi serangan saat ini semakin banyak yang ditujukan ke pengguna atau device. Dulu penyerangan banyak ke sistem bank, sekarang beda. Sama-sama malware tapi menyerang ke user langsung. Dicuri data-datanya kemudian memanfaatkan kredensial yang didapat,” tandas Budi. (yud/ash)

Artikel ini dimuat di : http://inet.detik.com/read/2016/09/08/175023/3294301/323/virus-sekarang-diam-diam-merampok-data