Ini Cara Sederhana Menangkal Modus Kejahatan Teknologi

Topics : Articles, IT Security & Risk Management

Jakarta – Bukan perkara gampang menangkal kejahatan berbasis teknologi, terlebih teknologi selalu berkembang. Sehingga apapun penangkalnya pasti cuma tahan sebentar, sekarang kembali ke manusianya.

Menurut Iwan Setiawan, Ahli Senior Sistem Pembayaran di Bank Indonesia Instititute, salah satu cara sederhana namun diyakini cukup ampuh menangkal kejahatan berbasis cyber adalah dengan cara memberikan edukasi.

Kedengarannya memang sepele, namun dengan edukasi di level pengguna akan mampu meningkatkan awareness. Pengguna akan lebih berhati-hati ketika ingin melakukan transaksi, atau ketika meng-input data-data pribadinya.

Di samping itu, ketika melihat ketidaknormalan dalam sebuah layanan pengguna juga jadi lebih was-was dan bisa melakukan konfirmasi.

“Tak menjamin apakah pengguna itu bertitel sarjana atau cuma lulusan SD, kalau tidak paham modus-modus kejahatan berbasis teknologi pasti bisa kena juga. Oleh karenanya edukasi sangat penting, dan pihak bank adalah salah satu institusi yang seharusnya melakukan,” ujar Iwan dalam diskusi yang digelar lembaga riset Sharing Vision, di hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Kamis (8/9/2016).

Kejahatan berbasis teknologi kebanyakan memang mengincar sektor perbankan, baik sistem banknya sendiri atau langsung ke individu nasabahnya. Iwan menekankan, pihak bank pun sudah sangat paham kerentanan ini, namun kebanyakan tidak optimal dalam mengedukasi nasabahnya.

Seharusnya edukasi dilakukan dengan jelas dan mudah dipahami. Jadi tak hanya garis besar saja, tapi sebisa mungkin harus detail sehingga pengguna bisa memahami apa kerentanan atau kemungkinan ancaman yang mengintai.

“Kalau bisa edukasi itu lewat SMS ke tiap-tiap nasabah, jangan cuma dipajang di website. Memangnya seperti detik.com yang sering dibuka nasabah, kalau website bank kan tidak sering diakses,” imbuhnya.

Edukasi yang dimaksud Iwan sejatinya sederhana, pihak bank bisa memberi informasi tentang jenis-jenis kerentanan yang ada semisal penggandaan kartu, contoh-contoh kasus metode social engineering, atau imbauan untuk meng-update antivirus.

(ki-ka): Iwan Setiawan, Ahli Senior Sistem Pembayaran Bank Indonesia dan Budi Sulistyo, Spesialis IT Security dari Sharing Vision.

Selain itu akan lebih baik lagi kalau bank juga meyertakan tips agar terhindar dari potensi kejahatan frauddalam edukasinya. Selain menambah pengetahuan, cara-cara ini juga diyakini bisa membuat nasabah lebih percaya diri dalam melakukan transaksi, dan semakin loyal dengan bank tempatnya menyimpan dana.

“Dengan edukasi pengguna jadi paham, dan malah bisa bikin semakin loyal. Bukannya malah disalahkan ketika ada kejadian. Ini bisa merugikan bank, isunya bisa disebarkan dan menasional. Efeknya tidak baik dan juga tidak fair bagi nasabah yang kebanyakan awam,” kata Iwan.

Saat ini masih sedikit bank yang memberikan edukasi yang optimal soal keamanan bertransaksi. Menurut Iwan, alasannya adalah bank tak ingin membuat nasabahnya malah takut bila diberitahu soal kerentanan ketika bertransaksi.

Takut di sini maksudnya adalah nasabah bisa menahan diri untuk bertransaksi, dan itu mempengaruhi revenue yang bisa didapat bank.

“Bank tidak mau bikin nasabah takut bertransaksi, kalau diberitahu risiko yang ada. Sebab bank ingin tetap menjaga revenue. Tapi bank harusnya punya tanggung jawab,” pungkasnya. (yud/ash)

Artikel ini dimuat di : http://inet.detik.com/read/2016/09/08/173150/3294284/323/ini-cara-sederhana-menangkal-modus-kejahatan-teknologi