Fenomena Gojek Akan Lanjut dengan Bimbel Online

Topics : Digital Business & Technology, Expert Article

Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision Dimitri Mahayana mengatakan, fenomena aplikasi dalam jejaring seperti Gojek akan terus berlanjut, salah satunya ke bimbingan belajar (bimbel) online.

Dia menjelaskan, tingkat penerimaan masyarakat ke layanan daring baik jasa maupun produk yang praktis dan memudahkan, akan terus berlanjut.

Terlebih, kata dia, mengutip data data dari Industry Head Google Indonesia, Henky Prihatna yang menyebutkan, selama Ramadhan 2015 lalu, sektor e-commerce naik 96% (dari sisi transaksi) dan 84% (dari sisi pendapatan).

Kondisi ini menciptakan efek berantai bahkan di sektor lain, seperti jasa ekspedisi. Bayangkan saja, data menyebutkan bahwa 60-70% pendapatan JNE kini berasal dari sektor e-commerce yakni kisaran Rp1,5 s.d Rp2 triliun dari total pendapatan mereka Rp2,5 triliun.

1

“Itu baru dari sektor pendukungnya. Gojek sendiri menciptakan fenomena dahsyat. Bukan hanya aplikasinya diunduh dua juta kali dengan 20 ribu tukang ojek bergabung, namun kehadirannya memantik layanan kompetitif sejenis seperti Grabbike hingga Ojek Syar’i dari Surabaya,” katanya di Bandung, Senin (24/8/2015).

Sharing Vision sendiri akan mengadakan workshop terkait hal ini bertajuk “Indonesia e-Commerce, e-Channel Update 2015 & Layanan Keuangan Digital (LKD) Special Case: Security Solution for Internet Banking” di Bandung, 27-28 Agustus ini.

Menurut survei Sharing Vision Agustus ini, pengendara Ojek sekarang memilki rerata jumlah penumpang per hari 5-10 orang dengan tingkat penghasilan standar Rp100ribu s.d Rp200 ribu per hari.

“Dan, ini belum berakhir. Jika mengacu situasi kondisi masyarakat Indonesia, next phenomenon bisa lahir dari bimbingan belajar (bimbel) daring. Dari karya anak bangsa, telah hadir zenius.net yang sudah memiliki 7.000 anggota premium dan 150.000 anggota regular,” katanya.

Di sisi lain, aplikasi besutan luar, quipper.school.com, sudah memiliki 1,5 juta siswa dan 150 ribu guru secara global dengan tarif di Indonesia Rp500 ribu/bulan. Jika bimbel konvensional tak berbenah, layanan daring ini menunggu waktu menyalip seperti Gojek ke Opang (Ojek Pangkalan).

Artikel ini juga dapat dilihat pada laman fokusjabar.com.