System Integration Driver and Challenges

Topics : An Insight

SHARING VISION memprediksikan pada 2018 mendatang, lebih dari 50% biaya implementasi dari 90% sistem baru di perusahaan adalah untuk membiayai integrasi. Biaya tersebut meliputi merger dan akuisisi, konsolidasi data center dan Enterprise Resource Planning (ERP) yang membutuhkan backbone integrasi yang kuat, serta adopsi cloud (SaS dan Mobile Booming).

Tantangannya ada pada karakteristik sistem informasi itu sendiri, seperti kesulitan untuk menentukan batas antar sistem aplikasi dan menentukan kepemilikan kendali atas aplikasi. Dalam banyak area aplikasi daya terdistribusi pada berbagai sistem informasi yang heterogen dan otonomi, namun suatu pertukaran data di antaranya tidaklah mudah. Sebagai contoh, seiring berkembangnya velue chain melampaui batas-batas perusahaan, sistem pemasok dan pelanggan saling menjadi bagian dari arsitektur aplikasi yang lain.

(sumber : sharingvision.com)

(sumber : sharingvision.com)

Berikut kesulitan yang dihadapi dalam pengaplikasian System Integration:

  • Sistem informasi heterogen memiliki data dan operasi yang berbeda, komponen-komponen sistem didesain secara terpisah.
  • Sistem informasi otonomi terdapat “sistem dari sistem” rumit yang disebabkan oleh keterbatasan integrasi antara sistem. Hal tersebut seringkali tertadapat pertentangan antara kebutuhan integrasi dan otonomi.
  • Sistem informasi distribusi tantangannya kebanyakan disebabkan oleh keberdaan masing-masing sistem sebelum seluruh sistem dibangun (integrasi dari sistem legacy).(**)