Android Kian Bertaji di Era Sejuta Aplikasi

Topics : An Insight

Persaingan smart device pada tahun 2013 diprediksi akan semakin sengit. Pun demikian, Android diyakini akan kian bertaji di tengah hiruk-pikuk dunia TI yang bakal memasuki era sejuta aplikasi.
Demikian salah satu hasil prediksi dari Sharing Vision bertajuk IT Extravaganza untuk tahun 2013 mendatang.

Chairman Sharing Vision Dimitri Mahayana menyatakan, untuk level global, gadget Android memang telah berkuasa. Namun jika ukurannya level lokal alias cuma di Indonesia, harus diakui jika ‘si robot hijau’ masih mendapat tantangan sengit dari BlackBerry besutan Research In Motion (RIM).

“Namun sepertinya itu hanya bertahan di 2012, untuk 2013 akan berat untuk BlackBerry. Tapi tergantung juga dari OS BlackBerry 10 yang akan diluncurkan pada Januari 2013 nanti,” jelasnya, saat ditemui di Bandung.

Menurut Dimitri, penggunaan Android di Indonesia didorong oleh keterjangkauan dan keberagaman aplikasi, serta semakin populernya gadget layar sentuh. Data IDC sendiri menyebutkan, pangsa pasar OS besutan Google itu di Indonesia telah mencapai 52%.

Namun jika berbicara lingkup global, market share OS smartphone pada Q3 lalu masih dikuasai oleh Android dengan 68,3%, disusul oleh iOS dengan 18,8% dan baru BlackBerry dengan 4,7%.


Sementara untuk skala vendor, Samsung masih menjadi ‘raja’ smartphone dunia dengan menguasai pangsa pasar sekitar 31,3%, meninggalkan Apple dan RIM dengan 15% dan 4,3%.

Tren kedua dari perangkat TI adalah bakal terjadinya kondisi dimana penyebaran smartphone bakal kian meninggalkan PC.

Melempemnya bisnis PC ini juga ditandai dengan bakal semakin tergerusnya pasar komputer desktop oleh netbook, notebook, dan tablet PC.

“Jadi, perang device akan semakin dahsyat dan ikut menjadi faktor signifikan dalam perang bisnis telekomunikasi serta IT services (Network-Devices-Application),” lanjut Dimitri.

Selanjutnya, masih menurut riset Sharing Vision, tren TI di 2013 juga akan disemarakkan dengan eranya sejuta aplikasi (1 million application age) dan nilai bisnis aplikasi dalam smart device yang diperoleh developer di dunia melewati USD 10 miliar.


“Ini tentu nilai yang sangat besar dan potensial bisnis bagi para developer asal mereka bisa memanfaatkan peluang yang ada,” Dimitri menandaskan. (An Intermezzo)