Pertumbuhan Mesin EDC di Indonesia (2009-2011)

Topics : An Insight

Mesin EDC (Electronic Data Capture) adalah sebuah mesin yang sering kita jumpai dan biasanya tersedia di tempat loket pembayaran atau kasir yang disediakan oleh outlet-outlet, supermarket, mall, hotel, dan lain sebagainya. Sejak kemunculannya tahun 2009 di Indonesia, mesin ini semakin banyak tersedia dan makin lengkap fiturnya. 

Menurut hasil survey Sharing Vision, ada kurang lebih 219 ribu mesin EDC tahun 2009 itu pun fungsinya hanya untuk transaksi lewat kartu kredit dan kartu debit. Tahun 2010, BCA mengeluarkan sekitar 40 ribu mesin EDC E-Money. Fungsinya pun beragam, mulai Flazz, E-Toll, Java Jazz Card, T-Cash, dan Dompetku. Tahun 2011, Bank Bukopin memproduksi 5500 mesin EDC Payment Point. Mesin tersebut digunakan untuk keperluan Akses, pembayaran BPR KS, dan transaksi di Bank Bukopin sendiri. Tahun 2012, perbankan mulai bekerja sama dengan provider seluler untuk mengembangkan branchless banking dan mengeluarkan banyak mesin EDC yang jumlahnya pun sangat.

Seiring tumbuhnya jumlah mesin EDC, uang fisik semakin tidak diprioritaskan dalam transaksi jual beli. Semua pengguna tak perlu merasa berat membawa uang banyak. Ke depannya pun Bank Indonesia semakin mengurangi biaya produksi uang, tidak terlalu banyak menghabiskan pohon untuk dijadikan bahan uang, tinta, dsb. (An Intermezzo)