Periode Sulit Bisnis RIM

Topics : An Insight

Meski di negeri kita Blackberry masih laris manis, namun kenyataan di dunia internasional, RIM, produsen BB tersebut sedang mengalami masa-masa getir. Hal tersebut dibuktikan secara konkrit oleh penurunan saham dan pendapatan secara beruntun dari tahun lalu dan tahun ini.

Ditelisik oleh lembaga riset telematika Sharing Vision, Bandung, berikut data angka penurunan yang dialami oleh RIM. Untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun, RIM mengalami penurunan pendapatan pada bulan Juni 2011. Pada bulan yang sama, nilai saham menurun 82 persen, nilai kapitalisasi perusahaan turun dari 83 miliar dolar menjadi 13,6 miliar dolar. Sepanjang tahun 2011 tersebut, nilai saham menurun 77 persen, terburuk sejak Januari 2004. Akhirnya, pada bulan Maret 2012 nilai sahamnya hanya 14 dolar. Angka tersebut sangat kontras dengan nilai saham tahun 2008 sebesar 140 dolar.

Melihat angka-angka tersebut dan konsekuensi lainnya dari periode sulit bisnis RIM, seperti pemangkasan 2000 karyawan, mundurnya para punggawa-punggawa RIM, dan diundurnya peluncuran BB 10 yang dijagokan menjadi tahun depan, bagaimana nasib RIM tahun depan? Apakah BB 10 yang digembor-gemborkan menjadi penyelamat RIM akan sampai pada tangan end-user? (An Intermezzo)